Bukan Sembarang Penyihir
|
G
|
awat bila ada
dua orang bertengkar, tapi lebih gawat lagi yang bertengkar itu penyihir.
Heckie penyihir hewan. Ini tentu saja bukan berarti Heckie penyihir
yang juga hewan, tetapi dia bisa menyihir apa pun menjadi hewan. Nama lengkap
Heckie adalah Hecate Tanbury-Smith, dan dia telah mulai menyihir sejak masih
kecil. Dia bisa mengubah hidung teman-teman ibunya yang membosankan menjadi
moncong berkumis yang lebih menarik. Dia juga menumbuhkan bulu hitam yang lebat
ditelinga para petugas lalu lintas yang kedinginan. Heckie gadis yang baik dan
hanya ingin membantu, tetapi saat dia memberikan bintik-bintik merah dan ekor
seperti ikan pada petugas kolam renang agar petugas itu bisa berpura-pura
menjadi ikan trout kapan pun dia mau-orang tua Heckie langsung mengirimnya ke
sekolah khusus para penyihir.
Sekolah ini merupakantempat
didikannya para penyihir agar menjadi penyihir baik. Moto para gadis penyihir
yan terjahit di jas mereka “Penyihir Anti Kekerasan”. Selain itu,kepala
sekolahnya sangat kolektif dalam menerima calon-calon murid.
Heckie sangat senang bersekolah
disana. Dia berteman dengan banyak siswa, tetapi sahabatnya yang paling dekat
adalah penyihir batu bernama Dora Mayberry. Dora tidaklah terbuat dari
batu,tetapi dia bisa mengubah apa pun menjadi batu. Ketika Dora masih kecil sekali
dia duduk dibangku tingginya dan menatap jeli rasa raspberry didepannya dengan
mata kecilnya yang bulat. Lalu dia menyihir seseuatu yang tiddak bisa kau
sendok walau pun dengan pisau pahat. Kemudian, saat dia mulai membuat botol
dalam tube menjadi sekeras batu dan potongan-potongan daging dilemari es
memjadi “patung-patung” batu yang tidak bisa dimakan,Dora juga dikirim
kesekolah khusus penyihir.
Butuh tiga puluh tahun untuk
melatih penyihir, dan selama jangka waktu itu, Heckie dan Dora bersahabat.
Heckie bertumbuh tinggi kurus dan berambut keriting. Matanya yang besar dan
menonjol serta giginya yang tonggos, membuatnya tampak penuh semangat.
Sebaliknya, Dora bertubuh pendek gempal dan memiliki otot-otot seperti pemain
sepak bola, karena berurusan dengan batu adalah pekerjaan berat. Mereka berdua
saling berbagi rahasia dan selalu saling membantu. Pada malam hari, diasrama,
Heckie dan Dora biasa berbincang-bincang tentang bagaimana mereka akan
menggunakan sihir mereka untuk menjadikan dunia tempat yang baik.
Setelah dididik selama tiga
puluh tahun, Heckie mampu mengubah siapa pun menjadi hewan apa pun yang
diinginkannya. Hal ini dilakukannya dengan menyentuh orang tersebut dengan kuku
jari bertuahnya (walau pun untuk hasil terbaik dia juga gemar menggunakan ibu
jari transpormasinya). Dora pun dapat mengubah siapa saja menjadi batu dengan
cara memicingkan mata kecilnya yang bulat kepada sang target. Akan tetapi,
sesudah tiga puluh tahun bersahabat Heckie dan Dora lalu bertengkar.
Hal ini terjadi pada pesta
kelulusan, saat semua penyihir mendapatkan ijazah mereka dan siap keluar dan
menghadapi dunia. Pesta itu, tentu saja sangat spesial. Beberapa waktu
sebelumnya, Heckie dan Dora pergi sendiri- sendiri ke toko topi milik sesama
penyihir dan memesan topi istimewah.
Alasannya sudah jelas. Tak ada
seorang penyihir pun yang sudi datang keacara paling penting dalam hidup mereka
itu dengan topi jerami berhias bunga daisy atau topi bonnet (topi wanita yang
biasanya diikat dibawah dagu dengan tali atau pita) berpita warna biru langit.
Heckie sudah mempertimbangkan masak-masak dan memutuskan akan memesan topi yang
terbuat dari ular-ular hidup.
Berbagai ular dipakai untuk
rangkaiannya. Mahkota topi itu terbuat dari tenunan halus ular-ular ribbon
,sisinya dilingkari oleh ular-ular king
yang bergaris-garis merah-hitam, dan seekor black
mamba, disimpulkan memebentuk pita, menggantung rendah diatas dahi Heckie.
Heckie mencobanya dan topi itu
tampak begitu indah dikepalanya. Ular- ular dalam rangkaiannya mendesis, saling
mematuk, dan kulit mereka berpendar-pendar. Lidah-lidah mereka yang terus bergetaran
menjadikan topi itu begitu hidup. Topi ular tidak hanya indah tetapi juga
sangat awet. Saat kau mencopot topi ini, yang perlu kaulakukan hanyalah
meletakkan di tangki dan memberinya makan beberapa ekor tikus mati serta satu-dua butir telur rebus . maka
topi ini akan bertahan sampai bertahun-tahun.
Tibalah hari pesta kelulusan,
Heckie menggunakan jubah kulit kelelawar, merapikan janggut hitam di dagunya,
dan memasang topi barunya dengan hati-hati diatas rambut keritingnya. Kemudian,
dia pergi melintasi halaman menuju tanda tempat makanan kecil disajikan.
Tapi apa yang terjadi saat itu?
Dora, sahabatnya, datang dari arah yang berlawanan dan dia memakai topi yang
persis sama!
Tetapi mereka bukan hanya serupa
, tetapi persis sama. Ular-ular ribbon
yang sama ,bergerak-gerak dan berdesis diatas mahkotanya; ular-ular king yang sama,melingkar dipinggiran
topi; dan black mamba beracun yang sama diikat seperti pita!
Dua penyihir itu berdiri kaku
dan saling menatap. Para penyihir yang lain berdiri mengelilingi mereka untuk
melihat apa yang terjadi.
“Beraninya kau meniru topiku”
teriak Heckie. Dia benar-benar marah. Bisa-bisanya Dora, sahabatnya, menyakiti
hatinya seperti ini?
Sumber: Not Just a witch, 1989
Tidak ada komentar:
Posting Komentar