Selasa, 29 Januari 2013

cerpen by firdaus


Bukan Sembarang Penyihir


G
awat bila ada dua orang bertengkar, tapi lebih gawat lagi yang bertengkar itu penyihir.
                Heckie penyihir hewan.  Ini tentu saja bukan berarti Heckie penyihir yang juga hewan, tetapi dia bisa menyihir apa pun menjadi hewan. Nama lengkap Heckie adalah Hecate Tanbury-Smith, dan dia telah mulai menyihir sejak masih kecil. Dia bisa mengubah hidung teman-teman ibunya yang membosankan menjadi moncong berkumis yang lebih menarik. Dia juga menumbuhkan bulu hitam yang lebat ditelinga para petugas lalu lintas yang kedinginan. Heckie gadis yang baik dan hanya ingin membantu, tetapi saat dia memberikan bintik-bintik merah dan ekor seperti ikan pada petugas kolam renang agar petugas itu bisa berpura-pura menjadi ikan trout kapan pun dia mau-orang tua Heckie langsung mengirimnya ke sekolah khusus para penyihir.
                Sekolah ini merupakantempat didikannya para penyihir agar menjadi penyihir baik. Moto para gadis penyihir yan terjahit di jas mereka “Penyihir Anti Kekerasan”. Selain itu,kepala sekolahnya sangat kolektif dalam menerima calon-calon murid.
                Heckie sangat senang bersekolah disana. Dia berteman dengan banyak siswa, tetapi sahabatnya yang paling dekat adalah penyihir batu bernama Dora Mayberry. Dora tidaklah terbuat dari batu,tetapi dia bisa mengubah apa pun menjadi batu. Ketika Dora masih kecil sekali dia duduk dibangku tingginya dan menatap jeli rasa raspberry didepannya dengan mata kecilnya yang bulat. Lalu dia menyihir seseuatu yang tiddak bisa kau sendok walau pun dengan pisau pahat. Kemudian, saat dia mulai membuat botol dalam tube menjadi sekeras batu dan potongan-potongan daging dilemari es memjadi “patung-patung” batu yang tidak bisa dimakan,Dora juga dikirim kesekolah khusus penyihir.
                Butuh tiga puluh tahun untuk melatih penyihir, dan selama jangka waktu itu, Heckie dan Dora bersahabat. Heckie bertumbuh tinggi kurus dan berambut keriting. Matanya yang besar dan menonjol serta giginya yang tonggos, membuatnya tampak penuh semangat. Sebaliknya, Dora bertubuh pendek gempal dan memiliki otot-otot seperti pemain sepak bola, karena berurusan dengan batu adalah pekerjaan berat. Mereka berdua saling berbagi rahasia dan selalu saling membantu. Pada malam hari, diasrama, Heckie dan Dora biasa berbincang-bincang tentang bagaimana mereka akan menggunakan sihir mereka untuk menjadikan dunia tempat yang baik.
                Setelah dididik selama tiga puluh tahun, Heckie mampu mengubah siapa pun menjadi hewan apa pun yang diinginkannya. Hal ini dilakukannya dengan menyentuh orang tersebut dengan kuku jari bertuahnya (walau pun untuk hasil terbaik dia juga gemar menggunakan ibu jari transpormasinya). Dora pun dapat mengubah siapa saja menjadi batu dengan cara memicingkan mata kecilnya yang bulat kepada sang target. Akan tetapi, sesudah tiga puluh tahun bersahabat Heckie dan Dora lalu bertengkar.
                Hal ini terjadi pada pesta kelulusan, saat semua penyihir mendapatkan ijazah mereka dan siap keluar dan menghadapi dunia. Pesta itu, tentu saja sangat spesial. Beberapa waktu sebelumnya, Heckie dan Dora pergi sendiri- sendiri ke toko topi milik sesama penyihir dan memesan topi istimewah.
                Alasannya sudah jelas. Tak ada seorang penyihir pun yang sudi datang keacara paling penting dalam hidup mereka itu dengan topi jerami berhias bunga daisy atau topi bonnet (topi wanita yang biasanya diikat dibawah dagu dengan tali atau pita) berpita warna biru langit. Heckie sudah mempertimbangkan masak-masak dan memutuskan akan memesan topi yang terbuat dari ular-ular hidup.
                Berbagai ular dipakai untuk rangkaiannya. Mahkota topi itu terbuat dari tenunan halus ular-ular ribbon ,sisinya dilingkari oleh ular-ular king yang bergaris-garis merah-hitam, dan seekor black mamba, disimpulkan memebentuk pita, menggantung rendah diatas dahi Heckie.
                Heckie mencobanya dan topi itu tampak begitu indah dikepalanya. Ular- ular dalam rangkaiannya mendesis, saling mematuk, dan kulit mereka berpendar-pendar. Lidah-lidah mereka yang terus bergetaran menjadikan topi itu begitu hidup. Topi ular tidak hanya indah tetapi juga sangat awet. Saat kau mencopot topi ini, yang perlu kaulakukan hanyalah meletakkan di tangki dan memberinya makan beberapa ekor tikus  mati serta satu-dua butir telur rebus . maka topi ini akan bertahan sampai bertahun-tahun.
                Tibalah hari pesta kelulusan, Heckie menggunakan jubah kulit kelelawar, merapikan janggut hitam di dagunya, dan memasang topi barunya dengan hati-hati diatas rambut keritingnya. Kemudian, dia pergi melintasi halaman menuju tanda tempat makanan kecil disajikan.
                Tapi apa yang terjadi saat itu? Dora, sahabatnya, datang dari arah yang berlawanan dan dia memakai topi yang persis sama!
                Tetapi mereka bukan hanya serupa , tetapi persis sama. Ular-ular ribbon yang sama ,bergerak-gerak dan berdesis diatas mahkotanya; ular-ular king yang sama,melingkar dipinggiran topi; dan black mamba beracun yang sama diikat seperti pita!
                Dua penyihir itu berdiri kaku dan saling menatap. Para penyihir yang lain berdiri mengelilingi mereka untuk melihat apa yang terjadi.
                “Beraninya kau meniru topiku” teriak Heckie. Dia benar-benar marah. Bisa-bisanya Dora, sahabatnya, menyakiti hatinya seperti ini?

Sumber: Not Just a witch, 1989